::Sekolah Pascasarjana IPB (Institut Pertanian Bogor)::

slide1.gif
MKM
Program Manajemen dan Bisnis (Pro-MB) [S3] Print E-mail
Written by Administrator   

K.  PROGRAM PROFESIONAL
PROGRAM STUDI
Manajemen dan Bisnis (Pro-MB)

STRATA

S3

VISI
Menjadi sekolah manajemen dan bisnis terdepan di Indonesia dan pendidikan profesional Agribisnis terdepan dalam lingkup internasional.

MISI

1.  Mengembangkan program pendidikan profesional jenjang Magister Manajemen dan Doktor Manajemen dengan lulusan yang bermutu, dan profesional.

2.  Mengembangkan Pro-MB IPB sebagai pusat unggulan (center of excellence) di bidang manajemen, teknologi dan agribisnisi.

3.  Memasyarakatkan hasil pengembangan konsep dan aplikasi manajemen agribisnis dalam dunia nyata dan kehidupan dimasyarakat luas

KURIKULUM

PROGRAM DOKTOR  

1.  Manajemen Agribisnis

2.  Pasar dan Prilaku konsumen

3.  Manajemen sumberdaya Manusia

 

 
Program Manajemen dan Bisnis (MB) [S2] Print E-mail
Written by Administrator   

Ketua Program Studi: Arief Daryanto

Visi
“Menjadi lembaga pendidikan terdepan dalam bidang bisnis yang berwawasan internasional dan menjadi pusat unggulan (centre of excellence) dalam penelitian, konsultansi, dan pelatihan bidang bisnis”.

Misi

  1. Menyelenggarakan program pendidikan akademik jenjang Magister dalam bidang bisnis untuk menghasilkan lulusan yang profesional dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kepada masyarakat akademik, pelaku bisnis, serta masyarakat luas sebagai wujud pengabdian pada masyarakat.
  3. Meningkatkan daya saing lembaga dan lulusan di sektor agribisnis melalui inovasi secara berkelanjutan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) berkualitas, dan memperluas jaringan industri yang kuat.
  4. Meningkatkan keunggulan lembaga (faculty excellence) dalam hal pembelajaran, penelitian, dan konsultansi di bidang agribisnis/agroindustri.
  5. Mempertahankan kondisi pembelajaran dan lingkungan kerja yang kondusif sehingga peserta maupun karyawan memiliki komitmen dan kompetensi yang tinggi, serta berpartisipasi aktif menuju posisi garda yang terdepan dalam memajukan IPB secara umum.


Tujuan Pendidikan

  1. Mengembangkan program pendidikan jenjang Magister dalam bidang Bisnis sehingga mampu menghasilkan lulusan yang bermutu, beriman, dan profesional.
  2. Mengembangkan MB-IPB sebagai pusat unggulan (centre of excellence) di bidang penelitian dan pengembangan serta pendidikan bisnis.
  3. Mengembangkan konsepsi para akademisi dan praktisi dalam bidang bisnis.

Kompetensi Lulusan

  • Memiliki keahlian dan keterampilan dalam melaksanakan fungsi produksi, fungsi keuangan, fungsi administrasi/sumber daya manusia, fungsi pemasaran dari sebuah perusahaan, baik di perusahaan/lembaga yang dikelolanya maupun di perusahaan/lembaga di mana lulusan tersebut bekerja.
  • Memiliki keterampilan berkomunikasi dan sikap yang menjunjung tinggi etika bisnis yang mengutamakan prinsip kejujuran, keadilan, dan kebenaran.
  • Memiliki keahlian untuk melakukan riset bidang manajemen dan bisnis.
  • Memiliki keahlian dan keterampilan manajemen untuk menjadi wirausaha.

Struktur dan Isi Kurikulum
Program MMA-IPB diselenggarakan dengan menerapkan sistem perkuliahan terstruktur. Peserta diwajibkan untuk mengikuti kuliah tatap muka sebanyak 42 SKT (Satuan Kredit Triwulan atau setara dengan Satuan Kredit Semester) dan melakukan penelitian (menulis tesis) dengan bobot enam SKT. Jumlah SKT yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar Magister Manajemen adalah 48 SKT. Penyelenggaraan kuliah dilakukan dengan sistem triwulan (tiga bulan), namun satuan kredit triwulan (SKT) sama bobotnya dengan Satuan Kredit Semester (SKS).  Setiap satu satuan kredit semester terdiri dari 13,5 jam tatap muka di kelas, demikian pula dengan satu satuan kredit triwulan terdiri dari 13,5 jam tatap muka di kelas. Perbedaannya, SKS diselenggarakan dalam enam bulan kalender akademik, sedangkan SKT diselenggarakan dalam tiga bulan kalender akademik.
Mata kuliah di dalam kurikulum diselenggarakan dalam dua periode, yaitu periode matrikulasi dan periode kuliah. Pada periode matrikulasi peserta diwajibkan mengikuti beberapa mata kuliah wajib. Tujuan dari matrikulasi adalah untuk mempersiapkan peserta sehingga memiliki pengetahuan dasar mengenai mata kuliah Ekonomi, Matematika, dan Statistika, serta pemahaman agribisnis sebagai persiapan untuk mengikuti periode kuliah. Peserta dapat dibebaskan untuk tidak mengikuti beberapa mata kuliah matrikulasi jika yang bersangkutan dapat lulus ujian mata kuliah tersebut pada saat seleksi masuk. Periode matrikulasi diselenggarakan selama satu triwulan (tiga bulan). Mata kuliah matrikulasi diberikan bobot nol SKT, namun diselenggarakan selama 27 jam tatap muka atau setara dengan dua SKT. Nilai mata kuliah matrikulasi tidak mempengaruhi indeks prestasi kumulatif karena mata kuliah tersebut tidak memiliki bobot SKT, dan perhitungan indeks prestasi hanya berdasarkan nilai-nilai yang diperoleh peserta pada saat periode kuliah.
Setelah menyelesaikan periode matrikulasi, peserta memasuki periode kuliah yang berlangsung selama empat sampai lima triwulan. Setelah menyelesaikan periode kuliah, peserta memasuki periode penelitian dan penulisan tesis selama enam triwulan (18 bulan). Peserta dianjurkan untuk menulis proposal tesis dan melakukan penelitian pada periode kuliah bersamaan dengan diberikannya materi kuliah Metode Riset Bisnis. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat kelulusan peserta. Beberapa peserta mampu menyelesaikan penulisan tesis dan lulus ujian tesis beberapa hari setelah perkuliahan berakhir. Mahasiswa tersebut biasanya telah bekerja keras melakukan penelitian sambil mengikuti kuliah pada masa Triwulan 4 dan Triwulan 5.  

Tabel 1. Struktur Kurikulum MMA-IPB Tahun 2004

Pada Tabel 1 terlihat bahwa berdasarkan hasil Lokakarya Akademik Tahun 2002 diputuskan bahwa periode maksimal penelitian dan penulisan tesis dipersingkat menjadi empat triwulan (12 bulan) yang terdiri dari enam bulan masa penelitian dan penulisan tesis dan enam bulan masa peringatan.
Penyelenggaraan Kurikulum MMA-IPB disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan stakeholders, yaitu latar belakang peserta. MMA-IPB merancang penyelenggaraan kurikulumnya sesuai dengan kebutuhan calon peserta yang telah bekerja dan calon peserta yang baru lulus program sarjana (umumnya belum bekerja dan memiliki pengalaman kerja).  Kebutuhan utama dari peserta yang telah bekerja adalah memadukan pengetahuan untuk bekerja dengan pengetahuan dan keterampilan yang diberikan semasa kuliah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Program MMA menyelenggarakan kelas sore.
Kurikulum Kelas Sore terbagi ke dalam kelas sore Bogor dan kelas Sore Jakarta. Kelas Sore Bogor  adalah penyelenggaraan Kurikulum MMA-IPB yang dilaksanakan setiap hari Senin sampai Kamis mulai pukul 18.30 sampai 21.30 WIB atau 22.30 WIB di Kampus MB-IPB Bogor. Kelas Sore Bogor terutama ditujukan kepada peserta yang tinggal di Bogor dan sekitarnya (Cianjur, Sukabumi, dan Depok). Seluruh perkuliahan diselenggarakan di Kampus MB-IPB Bogor. Kurikulum Kelas Sore Jakarta adalah penyelenggaraan Kurikulum MMA–IPB yang dilaksanakan setiap hari Kamis dan Jumat pukul 18.30 sampai 21.30 WIB atau 22.30 WIB di Kampus BKKBN Jakarta Timur dan dilanjutkan kuliah hari Sabtu pukul 08.00 sampai 16.00 WIB di Kampus MB-IPB di Bogor.
Kelas Sore Jakarta terutama diperuntukkan bagi peserta yang tinggal di Jakarta. Program tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 1995 bekerjasama dengan BKKBN dalam operasional penyelenggaraannya. Dua jenis Kelas Sore tersebut telah memenuhi kebutuhan dan tuntutan peserta yang telah bekerja. Kelas tersebut memungkinkan mahasiswa dapat mengikuti kuliah sepulang kerja atau pada hari Sabtu tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau jabatannya.
Kelas ketiga disebut dengan Kelas Pagi, yaitu penyelenggaraan Kurikulum MMA-IPB yang dilaksanakan setiap hari kerja Senin sampai Jumat mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB atau 17.00 WIB. Kelas Pagi terutama diperuntukkan bagi peserta yang baru lulus sarjana (fresh graduate) yang kemudian melanjutkan ke Program MMA-IPB. Peserta Kelas Pagi sebagian besar adalah sarjana yang baru lulus atau peserta yang telah bekerja. Peserta yang telah bekerja umumnya adalah mahasiswa yang memperoleh cuti atau tugas belajar dari kantor atau lembaga tempatnya bekerja. Peserta tersebut harus meninggalkan pekerjaannya karena melaksanakan kewajiban tugas belajar secara penuh.

Penjabaran Kurikulum
Struktur kurikulum untuk ketiga kelas tersebut adalah sama. Perbedaannya terletak pada penyelenggaraan dan lama studi. Penyelenggaraan kelas sore dilaksanakan selama lima triwulan, sedangkan kelas pagi dilaksanakan selama empat triwulan. Penyelengaraan kelas pagi lebih cepat karena semua peserta dianggap sebagai peserta penuh, yaitu yang mengalokasikan seluruh waktunya untuk studi. Struktur dan isi kurikulum kelas pagi dapat dilihat pada Tabel 2, sedangkan kurikulum kelas sore dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 2. Kurikulum MMA-IPB Tahun 2009 Kelas Pagi

Tabel 3. Kurikulum MMA-IPB Tahun 2009 Kelas Sore

Tabel 4. Kurikulum MMA-IPB Tahun 2009: Mata Kuliah Pendalaman Minat (MKP) untuk Dipilih oleh Peserta Kelas Pagi dan Kelas Sore

Kuliah pilihan tersebut dinamakan mata kuliah pendalaman minat (MKP), yang terdiri dari sembilan kelompok mata kuliah pendalaman minat. Setiap peserta diminta untuk memilih salah satu kelompok pendalaman minat, kemudian memilih dua mata kuliah yang terdapat dalam kelompok pendalaman minat yang dipilihnya tersebut. Dua mata kuliah pilihan yang dipilih oleh peserta diselenggarakan pada dua triwulan yang berbeda.
Salah satu ciri khas dari kurikulum MMA-IPB adalah kurikulum tersebut dirancang untuk memiliki dua karakteristik utama. Pertama, kurikulum berisi disiplin manajemen, dan kedua, kurikulum berisi pemahaman agribisinis. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai agribisnis melalui tiga mata kuliah, yaitu Sistem Agribisnis, Manajemen Teknologi Agribisnis, dan Kapita Selekta Agribisnis. Kegiatan Kapita Selekta Agribisnis untuk kelas pagi maupun kelas sore meliputi kuliah dari dosen tamu (CEO Forum) yang memiliki profesi sebagai pengusaha, eksekutif perusahaan, peneliti, maupun pengamat, kunjungan lapang pada periode kuliah, dan kegiatan widyawisata ke perusahaan agribisnis. Topik-topik yang dibahas dalam acara CEO Forum mengenai masalah-masalah bisnis dan ekonomi, pengembangan potensi pribadi, kepemimpinan, kewiraswastaan, dan topik lainnya yang relevan.
Karakteristik kedua dari Kurikulum MMA-IPB adalah disiplin manajemen. Dengan kurikulum tersebut, para peserta mempelajari ilmu manajemen yang sama dengan ilmu manajemen yang diajarkan oleh sekolah-sekolah bisnis terkemuka di Indonesia maupun mancanegara, dan ditambah dengan ilmu agribisnis serta teknologi agribisnis yang menjadi ciri khas IPB. Ilmu tersebut merupakan nilai tambah dari kurikulum MMA IPB.

 
Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) [S2] Print E-mail
Written by Administrator   

Ketua Program Studi:  Yanto Santosa   

Visi
Sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta sumberdaya manusia di bidang konervasi keanekaragaman hayati dan lingkungan.

Misi

  • Mengembangkan dan menyelengggarakan pendidikan dibidang konservasi keanekaragaman hayati dan lingkungan
  • Menyelenggarakan penelitian yang berorientasi pada pengembangan IPTEK dan pemecahan masalah di bidang konervasi keanekaragaman hayati dan lingkungan serta pemanfaatan secara berkelanjutan.
  • Memfasilitasi implementasi IPTEK di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan lingkungan.
Kompetensi Lulusan
  1. Menyebarkan dan mengembangkan wawasan, teori/konsep-konsep ilmu, teknologi dan seni di bidang konservasi sumberdaya hayati guna menunjang tercapainya pembangunan berkelanjutan yang berbasiskan pelestarian, perlindungan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati.
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu menjelaskan dan menerapkan secara terampil ilmu dan teknologi konservasi dalam perencanaan dan pengelolaan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Kurikulum


Catatan:

  1. Bahasa Inggris tidak dimasukkan dalam perhitungan beban SKS tetapi merupakan mata kuliah prasyarat.
  2. Mata Kuliah Pilihan, setiap mahasiswa minimal mengambil 3 SKS. Mata kuliah baru dapat diselenggarakan bila jumlah mahasiswa yang memilih minimal 4 orang

 

 
Kerjasama dengan Pihak Lain Print E-mail
Written by Administrator   

Daftar Nama Mitra dan Jenis Kerjasama Bersama Pascasarjana IPB

No

Nama Mitra Kerjasama

Jenis Kerjasama

1

Direktorat Pendidikan Madrasah DITJEN Pendidikan Islam DEPAG RI Terjmin II

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2 Matematika

2

Direktorat Pendidikan Madrasah DITJEN Pendidikan Islam DEPAG RI Terjmin II

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2  Biologi

3

Badan Pengawas Obat dan Makanan

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

4

Balai Besar Pengembangan dan Pengendalian Hasil Perikanan

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

5

Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S3

6

Politeknik Kesehatan Depkes Malang

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

7

Kantor Menteri negara Perencanaan Pembangunan Nasional

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S3

8

Badan Riset Kelautan dan Perikanan

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

9

Badan Riset Kelautan dan Perikanan

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S3

10

Politeknik Kesehatan Bandung

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S3

11

Politeknik Kesehatan Bandung

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

12

Yayasan Eka Tjipta Widjaja

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2 dan S3

13

Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S3

14

Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S3

15

Program Sumber Daya Kesehatan Propinsi Sumatera Barat

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

16

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2 dan S3

17

Badan Pengawas Obat dan Makanan

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

18

Badan Karantina Pertanian, Departemen Pertanian.

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

19

Depertemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

20

Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2 dan S3

21

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

22

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI

Kerjasama Beasiswa Pendidikan  S2  Matematika dan PS Biologi

23

 Pemerintah Kabupaten Lampung Barat

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

24

Lembaga Sandi Negara RI

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

25

Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S3

26

PPPPTK Pertanian Cianjur

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2 dan S3

27

Politeknik Kesehatan Jakarta II

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S3

28

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

29

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

30

Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2 dan S3

31

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

32

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2 dan S3

33

Kantor Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

34

Badan Riset Kelautan dan Perikanan

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2 dan S3

35

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

36

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

37

Depdiknas Kemitraan Negara Berkembang

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

38

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2 dan S3

39

Badan Pengawasan Obat Dan Makanan

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

40

Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2 dan S3

41

Departemen Kelautan dan Perikanan COREMAP

Kerjasama Beasiswa Pendidikan

42

Dinas Kesehatan Masyarakat Kabupaten Lombok Barat

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

43

PemDa Kab Halmahera Utara Propinsi Maluku Utara

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

44

PemDa Kab Halmahera Utara Propinsi Maluku Utara

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S3

45

Politeknik Kesehatan Surabaya

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

46

Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tenggara

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

47

Politeknik Kesehatan Jakarta II

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S3

48

Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2 dan S3

49

Satuan kerja BRR Pendidikan & Peran Kesehatan Perempuan NIAS

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

50

SekJen Departemen Pendidikan Nasional

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2 dan S3

51

Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Regional V Banjarbaru

Kerjasama Beasiswa Pendidikan S2

Sumber: Keuangan dan Administrasi Kerjasama SPs-IPB, 13 Agustus 2008

 
Magister Profesional Manajemen Pembangunan Daerah (MPD) [S2] Print E-mail
Written by Administrator   

Ketua Program Studi: Yusman Syaukat

Visi
Menjadi penyelenggara pendidikan profesional terkemuka di bidang pembangunan daerah dalam mendukung pemanfaatan potensi daerah sesuai dengan aspirasi masyarakat, secara optimal, dan berkelanjutan.

Misi
Memenuhi kebutuhan manajer profesional Pembangunan Daerah  yang  mampu  berperan sebagai fasilitator dalam perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan yang sesuai dengan potensi dan kondisi daerah masing-masing, serta mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mencapai tujuan pembangunan daerah.

Tujuan Pendidikan

  1. Menghasilkan tenaga-tenaga manajer profesional pembangunan daerah yang mampu merumuskan kebijakan pembangunan dan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen pada umumnya.
  2. Menghasilkan manajer profesional pembangunan daerah yang mampu menjadi fasilitator untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dan stakeholders lainnya.
  3. Menghasilkan manajer profesional pembangunan daerah yang memiliki spirit kewirausahaan, mampu berfikir dan bertindak strategis dalam merencanakan dan melaksanakan program-program pembangunan daerah.

Kompetensi Program Pembangunan Daerah
1.    Pembangunan Agribisnis-Agroindustri
Pada umumnya basis ekonomi daerah (kabupaten/kota) adalah pertanian. Pendekatan sistem agribisnis-agroindustri dimaksudkan sebagai upaya transformasi pertanian tradisional/subsisten menjadi modern/komersial. Pengembangan sistem pertanian modern tersebut dilakukan melalui peningkatan kinerja usahatani, pengintegrasian vertikal dalam suatu sistem komoditas (commodity system) guna  peningkatan  nilai tambah  (value added),  serta pengembangan sistem agribisnis wilayah, khususnya wilayah kota/kabupaten.
2.    Pengembangan Masyarakat dan Kelembagaan Pembangunan
Dalam pembangunan daerah khususnya pembangunan lokal, peran serta masyarakat  dalam  pembangunan   adalah  sebagai   modal   sosial (social capital) dalam rangka mencapai masyarakat madani (civil society).  Berbagai kegiatan pembangunan selama ini dipandang kurang efektif dan inefisien karena tidak ditunjang oleh kelembagaan pembangunan yang baik.   Dibutuhkan kelembagaan pembangunan yang tangguh, khususnya kelembagaan keuangan agar pembangunan dapat berjalan lancar.
3.    Pengembangan Kewirausahaan Daerah
Pembangunan kewirausahaan dapat menjadi ujung tombak bagi pembangunan ekonomi lokal. Wirausaha yang inovatif dan kreatif akan menjadi motor penggerak dan aset utama bagi pembangunan daerah.  Hampir di setiap daerah/kabupaten bisnis yang berkembang adalah usaha kecil, industri kecil dan sektor informal. Dengan demikian pengembangan usaha ini dapat menjadi andalan pengembangan daerah.
4.    Pembangunan Kebutuhan Dasar Manusia
Pengadaan dan Pembangunan Kebutuhan Dasar Manusia selain merupakan hak-hak asasi juga mencakup kebutuhan akan fasilitas pendidikan, kesehatan, agama dan sosial yang merata dalam tataruang daerah baik yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat sendiri. Pengembangan Kebutuhan Dasar Manusia bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yang dapat dicirikan oleh kualitas hidup fisik yang baik (physical quality of life).
5.    Manajemen Keuangan dan Investasi Daerah.
Percepatan kegiatan-kegiatan pembangunan di daerah memerlukan kehandalan para perencana pembangunan daerah dalam bidang penganggaran dan pengembangan investasi.  Kedua hal ini semakin bertambah penting dalam era otonomi daerah sekarang ini. Kebijakan ini tidak sekedar untuk meningkatkan pendapatan (revenues) asli daerah melalui pajak dan retribusi, yang sampai batas tertentu justru dapat bersifat disinsentif terhadap pengusaha, namun juga untuk menarik para investor dan mendorong berkembangnya sektor basis (unggulan). Trade off ini perlu dipahami baik oleh para perencana, agar kebijakan pembangunan daerah dapat disusun secara optimal, maupun oleh para manajer profesional, sehingga "sinyal" yang terlihat dari implementasi kebijakan pemerintah dan dari pasar dapat diantisipasi secara tepat.
6.    Pembangunan Ekonomi Lokal dan Regional
Merupakan kegiatan Pembangunan Daerah yang diarahkan pada peningkatan dan pemanfaatan unsur-unsur “endogenous” (unsur-unsur lokal – yang mencakup sumberdaya manusia, sumberdaya alam, serta kondisi sosial, budaya dan  ekonomi)  dalam  Pembangunan  Daerah  guna  menciptakan kesempatan kerja dan bisnis baru di daerah, namun tetap dalam koridor pembangunan tingkat provinsi dan nasional. 
7.    Pengembangan Tataruang Partisipatif
Merupakan program pengembangan tataruang suatu kota/kabupaten dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya.  Pengembangan tataruang dalam hal ini tidak hanya mempertimbangkan faktor ekonomi lokasi, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, keamanan, kenyamanan, keindahan dan keserasian lingkungan.  

Kurikulum

 
<< Start < Prev 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Next > End >>

Results 415 - 423 of 564

Menu Utama

Home
Pendaftaran Online
- - - - - - - - - - - - - - - - - -
FAQs
Isi Buku Tamu
Agenda
Link
Pencarian
Jadwal
- - - - - - - - - - - - - - - - - -
Milis Alumni SPs
Milis Jadwal Seminar
Perpustakaan IPB
Katalog Online
Email IPB
- - - - - - - - - - - - - - - - - -
Home IPB
SIMAK PASCA IPB
Fakultas

Statistik

Members: 9149
News: 648
Web Links: 8

Sedang Online

We have 7 guests online

Sosial Media

SPs On Twitter

Pascasarjana On FB

Pascasarjana On Group

Home