::Sekolah Pascasarjana IPB (Institut Pertanian Bogor)::

Status Akreditasi PS
Batas Masa Studi Print
Written by Humas   
Minggu, 24 Agustus 2008
Untuk menyelesaikan program magister sains jumlah sks yang harus dikumpulkan adalah sebagai berikut :

-       Kuliah (termasuk bahasa Inggris)                                =  31  sks

-       Kolokium                                                                      =    1  sks

-       Seminar                                                                       =    1  sks

-       Penelitian dan penulisan tesis                                      =    6  sks

                                                                                          __________

                                                                       Jumlah           =  39  sks

Jumlah tersebut merupakan batas minimal yang harus dipenuhi dalam memperoleh gelar magister sains.

 
Program Doktor Print
Written by Administrator   
Minggu, 24 Agustus 2008

Program Doktor adalah program pendidikan strata 3 (S3) yang ditujukan untuk memperoleh gelar akademik doktor sebagai gelar akademik tertinggi.  Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 212/U/1999, tanggal 6 September 1999 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Doktor. Tujuan dari pendidikan doktor adalah untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kualifikasi sebagai berikut :

  1. berjiwa Pancasila dan memiliki integritas ilmiah,
  2. bersifat terbuka, tanggap terhadap perkembangan ilmu, teknologi, dan kesenian, serta permasalahan yang dihadapi masyarakat,
  3. memiliki wawasan dan kemampuan dasar keilmuan dan keterampilan teknis yang diperlukan untuk mengadaptasi dan/atau menciptakan metodologi baru yang akan dipergunakannya dalam melakukan telaah taat kaidah,
  4. menguasai pendekatan teori, konsep, dan paradigma yang paling sesuai dengan bidang keahliannya,
  5. akrab dengan permasalahan dan karya serta pemikiran mutakhir para ahli dalam kawasan keahliannya,
  6. mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam kawasan keahliannya untuk menemukan jawaban dan/atau menyelesaikan permasalahan yang kompleks termasuk memerlukan pendekatan lintas disiplin, dan
  7. mampu mengkomunikasikan pemikiran serta hasil karyanya baik dengan sejawat maupun khalayak yang lebih luas.
 
Berikut ini Link Download Biaya untuk Program Doktor Pascasarjana IPB
Biaya Program Doktor SPs IPB
 
Program Doktor (S3) yang berada dibawah Fakultas / Sekolah Pascasarjana di Institut Pertanian Bogor adalah sebagai berikut:

Program Doktor Melalui Jalur Perkuliahan

Program doktor jalur perkulihan adalah program doktor dengan proporsi SKS mata kuliah lebih besar dibandingkan dengan proporsi penelitian.  Dalam struktur kurikulum pendidikan doktor di IPB, jumlah kredit minimum yang wajib diambil mahasiswa jalur perkulihan adalah 40 SKS, dengan rincian perkulihan 26 SKS, kolokium 1 SKS, seminar 1 SKS dan disertasi 12 SKS.
 
Perkuliahan tersebut ditujukan untuk membina mahasiswa agar memiliki wawasan dan kemampuan dasar keilmuan dan keterampilan teknis yang diperlukan dalam merancang, melaksanakan, menganalisis, dan menyimpulkan hasil penelitian serta mempublikasikannya dalam jurnal ilmiah dan menyusun disertasi.  Dengan demikian, perkuliahan merupakan pilar kopetensi mahasiswa dalam melaksanakan penelitian yang berkualitas.

Mata kuliah yang diambil dalam program doktor harus yang sifatnya lanjut (advanced) yang ditunjukkan dengan kode nomor mata kuliah seri 600 dan seri 700. Mata-mata kuliah seri 500 diperkenankan untuk diambil dan akan dicantumkan dalam transkrip, meskipun tidak diperhitungkan dalam penetapan jumlah SKS minimum dan Nilai Mutu Rata-rata. Topik khusus (PPs 700) dapat diambil oleh mahasiswa program doktor maksimum 6 SKS.
 
Program doktor dapat pula ditempuh dengan jalur perkuliahan melalui program langsung dari program magister sains (S2) tanpa melalui penulisan tesis S2. Bagi mahasiswa S2 yang mengikuti program ini harus memenuhi persyaratan minimal 24 SKS dengan IPK > 3.75 dalam dua semester berturut-turut dengan catatan semua nilai M.K yang diambil pada semester tersebut harus sudah masuk, mempunyai makalah yang relevan yang dipublikasi atau diterima untuk dipublikasi pada jurnal ilmiah terakreditasi, mendapat rekomendasi dari komisi pembimbing, koordinator Program studi/mayor, sponsor dan pimpinan instansi tempat bekerja yang dibuktikan dengan surat persetujuan dari seluruh pihak yang terkait, serta membuat proposal penelitian yang berbobot untuk penelitian program doktor dan 2 kali seminar masing-masing 1 SKS.

Untuk program langsung ini, beban sks yang harus ditempuh :
Program magister
-    Mata Kuliah                                                            =   24 sks
Program doktor   
-    Kolokium                                                                 =     1 sks
-    Dua kali Seminar masing-masing 1 sks         =     2 sks
-    Disertasi                                                                  =   12 sks
-    Perkuliahan                                                             =   26 sks
            __________
Jumlah                                                                          =   65 sks

 


a.  Persyaratan Calon Mahasiswa

  1. Lulusan program Magister Sains dengan IPK ≥ 3.50 dapat dipertimbangkan untuk meneruskan ke program doktor. Bagi pemegang gelar Master of Science atau Master of Art (lulusan luar negeri) berlaku ketentuan dan pertimbangan yang setara. Lulusan program Magister Manajemen dimungkinkan untuk mendaftar ke program doktor sepanjang program studi pemberi gelar terakreditasi A
  2. Lulusan program Magister Sains dengan 3.25 ≤ IPK < 3.50, secara selektif dapat dipertimbangkan untuk diterima pada program doktor jalur perkuliahan dengan mempertimbangkan pengalaman dan prestasi kerja dan penelitian, serta memiliki karya ilmiah yang dipublikasi dalam majalah ilmiah terakreditasi setelah program magister sains-nya diselesaikan.
  3. Mahasiswa program Magister Sains di SPs IPB yang telah mengikuti perkuliahan selama 2 (dua) semester dengan beban 24 SKS dengan pencapaian IPK ≥ 3.75, mempunyai makalah relevan yang dipublikasi atau diterima untuk dipublikasi pada jurnal ilmiah terakreditasi dapat dipertimbangkan untuk meneruskan langsung ke program doktor (Alih Jenjang) atas rekomendasi koordinator Program studi/mayor, komisi pembimbing, instansi tempat bekerja serta melampirkan rincian rencana penelitian yang berbobot/dinilai layak untuk penelitian program Doktor. Program alih jenjang ini tidak berlaku bagi penerima beasiswa BPPS.
  4. Beban pendidikan di atas program magister sains yang diperoleh dari penyelenggara program doktor di luar IPB dapat dialihkan (maksimum 9 sks) berdasarkan pertimbangan komisi pembimbing, koordinator Program studi/mayor dan Dekan.

b.  Prosedur Seleksi Calon Mahasiswa

  1. Setiap calon mahasiswa mengajukan lamaran untuk mengikuti program doktor jalur perkuliahan dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan dan menyerahkan ke Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Sekolah Pascasarjana sebelum masa pendaftaran ditutup.
  2. Berkas lamaran akan diteliti oleh panitia dan apabila memenuhi syarat administrasi dibawa ke dalam Rapat Pleno I Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru untuk diputuskan apakah berkas lamaran dapat diteruskan ke koordinator Program studi/mayor. Jika dapat diteruskan ke koordinator Program studi/mayor, maka dilakukan seleksi tahap berikutnya di koordinator Program studi/mayor.
  3. Hasil evalusi koordinator Program studi/mayor dibawa ke dalam Rapat Pleno II Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru untuk mendapatkan keputusan akhir dan pengesahan
  4. Calon mahasiswa yang diterima akan diberi surat panggilan yang mencantumkan status penerimaan pada program doktor jalur perkuliahan serta informasi mengenai waktu verifikasi dan awal semester

c.  Evaluasi Kemajuan Studi

1.    Mahasiswa program doktor jalur perkuliahan diharapkan mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut :
  • Semester pertama, kedua, dan ketiga mahasiswa mengikuti perkuliahan, mendiskusikan proposal penelitian, kolokium, ujian prelim, melakukan penelitian dan mengikuti seminar nasional atau internasional
  • Semester keempat mahasiswa melakukan penelitian, mengikuti seminar nasional atau internasional, dan menulis publikasi ilmiah
  • Semester kelima dan keenam mahasiswa menulis disertasi, publikasi ilmiah, melaksanakan seminar doktor, ujian tertutup dan ujian terbuka
2.    Evaluasi kemajuan mahasiswa dilakukan pada setiap akhir semester dengan tolok ukur IPK pada semester yang terakhir, IPK kumulatif, dan kesesuaian perkembangan studi dengan tahapan yang diharapkan
3.    Mahasiswa program doktor jalur perkuliahan wajib mempublikasikan hasil penelitiannya minimum 1 (satu) artikel dalam jurnal ilmiah internasional atau 1  (satu) artikel dalam jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi sebelum melaksanakan ujian tertutup. Dalam keadaan terpaksa, mahasiswa dapat menunjukkan bukti bahwa artikelnya telah diterima untuk publikasi yang dinyatakan dengan surat resmi penerimaan artikel dari penerbit jurnal ilmiah yang menyebutkan volume, nomor, dan tahun penerbitan jurnal yang bersangkutan.
4.    Mahasiswa yang tidak menunjukkan kemajuan yang memuaskan akan mendapat surat teguran secara bertahap, mulai dari Surat Peringatan Masa Studi, meningkat ke Surat Peringatan, Surat Peringatan Keras, Surat Proses DO (drop out).  Bila peringatan secara bertahap tersebut tidak dipenuhi, maka mahasiswa akan dihentikan studinya melalui Surat DO yang ditetapkan oleh SPs.

Program Doktor Melalui Jalur Penelitian

Program doktor jalur penelitian adalah program doktor dengan proporsi SKS penelitian lebih besar dibandingkan dengan proporsi perkulihan. Dalam struktur kurikulum pendidikan doktor di IPB, total kredit minimum untuk program doktor jalur penelitian adalah 41 SKS, dengan jumlah kredit untuk perkulihan adalah 8 SKS, kolokium 1 SKS, seminar 2 SKS ( 2 kali seminar, 1 SKS per semester ), topik khusus 6 - 9 SKS, publikasi ilmiah selama masa studi 9 – 15 SKS (3 - 4 publikasi pada jurnal internasional dan atau nasional terakreditasi) dan disertasi 12 SKS.  Hanya program studi yang telah menyelenggarakan progam doktor jalur perkuliahan yang diperkenankan menyelenggarakan progam doktor melalui jalur penelitian.
Program doktor jalur penelitian dapat diisi oleh kegiatan-kegiatan berupa perkuliahan formal, studi bebas (independent study) yang diarahkan dan dipantau oleh komisi pembimbing, atau pembinaan khusus yang diberikan oleh komisi pembimbing. Guna mendukung kegiatan penelitian (disertasi), maka mahasiswa dapat diberikan tugas dalam bentuk topik khusus (PPS 700), dengan jumlah kredit disesuaikan dengan bobot penugasan yang diberikan, maksimum 3 SKS per topik.

a.  Persyaratan Calon Mahasiswa

  1. Calon mahasiswa program doktor jalur penelitian berasal dari lulusan Program Magister Sains (dalam negeri) atau Master of Science atau Master of Art (luar negeri)
  2. Calon mahasiswa menunjukkan capaian IPK tidak kurang dari 3.50 selama menempuh pendidikan magister. Mahasiswa yang memiliki IPK kurang dari 3.50 tetapi tidak kurang dari 3.40 secara selektif memungkinkan untuk diterima di program ini apabila menunjukkan jumlah dan mutu publikasi ilmiah yang luar biasa
  3. Calon mahasiswa melampirkan publikasi ilmiah (naskah asli utuh, bukan fotokopi dan bukan surat penerimaan untuk diterbitkan di suatu jurnal) sekurang-kurangnya 3 artikel dalam jurnal nasional terakreditasi atau 1 artikel dalam jurnal internasional yang ditulis selama lima tahun terakhir
  4. Calon mahasiswa melampirkan proposal penelitian yang fokus, mendalam, dan bersifat lanjut sehingga memungkinkan untuk menuju gelar doktor
  5. Calon mahasiswa menyusun rencana studi paripurna yang mempertelakan semua kegiatan yang akan dilakukan per semester sejak mulai mengikuti program doktor sampai dengan ujian terbuka
  6. Calon mahasiswa menunjukkan bukti tertulis bahwa ada sekurang-kurangnya dua orang dosen (masing-masing bergelar guru besar dan doktor dari program studi yang dituju) yang bersedia membimbing dengan mengacu pada proposal penelitian dan rencana studi paripurna seperti disebutkan pada butir 4 dan 5
  7. Calon mahasiswa menunjukkan bukti tertulis atau bukti lain yang meyakinkan mengenai ketersediaan dana riset untuk memperoleh gelar doktor dari penyandang dana (sponsor) atau atas biaya sendiri.

b.  Prosedur Seleksi Calon Mahasiswa

1.    Setiap calon mahasiswa mengajukan lamaran untuk mengikuti program doktor jalur penelitian dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan dan menyerahkan ke Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Sekolah Pascasarjana sebelum masa pendaftaran ditutup. Terkait dengan hal ini calon mahasiswa harus berkonsultasi dengan calon pembimbing disertasi untuk menyepakati rencana studi paripurna dan proposal penelitian. Dalam memilih calon dosen pembimbing, selain minimal bergelar doktor, harap diperhatikan pula kesesuaian dengan topik penelitian dan beban jumlah bimbingan dari calon pembimbing tersebut
2.    Berkas lamaran akan diteliti oleh panitia dan apabila memenuhi syarat administrasi dibawa ke dalam Rapat Pleno I Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru untuk diputuskan apakah berkas lamaran dapat diteruskan ke program studi. Jika dapat diteruskan ke program studi, maka dilakukan seleksi tahap berikutnya di program studi. Hasil seleksi program studi dibawa ke dalam Rapat Pleno II Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru untuk mendapatkan keputusan akhir dan pengesahan
3.    Calon mahasiswa yang diterima akan diberi surat panggilan yang mencantumkan status penerimaan pada program doktor jalur penelitian serta informasi mengenai waktu verifikasi dan awal semester
4.    Mahasiswa program doktor jalur perkuliahan dapat mengajukan permohonan untuk pindah ke jalur penelitian dengan syarat sebagai berikut :
  • Dalam dua semester pertama mencapai IPK ≥ 3.75 dengan bobot minimal 18 SKS untuk mata kuliah bersandi 600-an dan atau 700-an.
  • Menunjukkan publikasi ilmiah (naskah asli utuh atau surat penerimaan untuk diterbitkan di suatu jurnal) sekurang-kurangnya 3 artikel dalam jurnal nasional terakreditasi atau 1 artikel dalam jurnal internasional dalam masa dua tahun terakhir
  • Melampirkan proposal penelitian yang fokus, mendalam, dan bersifat lanjut sehingga memungkinkan untuk menuju gelar doktor
  • Menyusun rencana studi paripurna yang mempertelakan semua kegiatan yang akan dilakukan per semester sejak mulai mengikuti program doktor sampai dengan pelaksanaan ujian terbuka
  • Menunjukkan bukti tertulis bahwa sekurang-kurangnya ada 2 dosen bergelar doktor yang bersedia menjadi pembimbing

c.  Evaluasi Kemajuan Studi

1.    Mahasiswa program doktor jalur penelitian diharapkan mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut :
  • Semester pertama dan kedua mahasiswa mengikuti perkuliahan dengan bobot minimal 9 SKS, mendiskusikan proposal penelitian, kolokium, ujian prelim, dan mengikuti seminar nasional atau internasional
  • Semester ketiga dan keempat mahasiswa melakukan penelitian, mengikuti seminar nasional atau internasional, dan menulis publikasi ilmiah
  • Semester kelima dan keenam mahasiswa menulis disertasi, publikasi ilmiah, melaksanakan seminar doktor, ujian tertutup dan ujian terbuka
2.    Evaluasi kemajuan mahasiswa dilakukan pada setiap akhir semester dengan tolok ukur IPK pada semester yang terakhir, IPK kumulatif, dan kesesuaian perkembangan studi dengan tahapan yang diharapkan
3.    Mahasiswa program doktor jalur penelitian wajib mempublikasikan hasil penelitiannya minimum 3 (tiga) artikel dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau 2 (dua) jurnal ilmiah internasional yang sesuai dengan bidangnya. Sebelum mahasiswa program doktor jalur penelitian melaksanakan ujian tertutup, satu artikel harus sudah dipublikasikan dan dua artikel lagi sudah diterima untuk publikasi yang dinyatakan dengan surat resmi penerimaan artikel dari penerbit jurnal ilmiah yang menyebutkan volume, nomor, dan tahun penerbitan jurnal yang bersangkutan.
4.    Mahasiswa yang tidak menunjukkan kemajuan yang memuaskan akan mendapat surat teguran secara bertahap, mulai dari surat peringatan masa studi, meningkat ke surat peringatan, surat peringatan keras, surat proses DO (drop out), sampai ke surat DO (drop out)
 

Batas Masa Studi
Masa studi program doktor adalah 3 tahun (6 semester). Pada kondisi tertentu yang dinilai memenuhi syarat oleh Pimpinan SPs, mahasiswa dengan persetujuan komisi pembimbing dan koordinator Program studi/mayor dapat mengajukan perpanjangan masa studi. Semua persyaratan untuk memperoleh gelar doktor harus sudah dipenuhi dalam waktu selama-lamanya tidak lebih dari 5 (lima) tahun atau 10 (sepuluh) semester sejak mahasiswa terdaftar di program doktor SPs, termasuk mahasiswa dengan status setengah beban.

Komisi Pembimbing   
Komisi pembimbing mahasiswa program doktor berjumlah 3 (tiga) orang dan apabila sangat diperlukan dapat ditambah hingga 5 (lima) orang yang diketuai oleh seorang guru besar IPB dengan anggota komisi bergelar doktor. Anggota komisi pembimbing dapat berasal dari luar Program studi/mayor pilihan atau dari instansi/perguruan tinggi di luar IPB yang kewenangannya diakui oleh SPs. Bagi Program studi/mayor yang belum mempunyai staf pengajar guru besar, komisi pembimbing dapat diketuai oleh seorang doktor minimum dengan jabatan lektor kepala dengan catatan salah seorang anggota komisi harus seorang guru besar.
Komisi pembimbing sudah ditentukan paling lambat pada akhir semester 1 (satu), kecuali untuk program doktor jalur penelitian, paling tidak ketua komisi pembimbing sudah ditentukan pada saat mahasiswa diterima di SPs berdasarkan rencana penelitian yang diusulkannya. Jika karena suatu hal memerlukan pembimbing dari luar IPB, maka pembimbing tersebut diangkat berdasarkan penilaian terhadap curriculum vitae (CV). Pembimbing dari luar IPB tidak boleh lebih dari satu orang. Pengangkatan komisi pembimbing dilakukan dengan SK Dekan SPs.
Komisi pembimbing membantu penyusunan mata kuliah (Program Doktor Jalur Perkuliahan) atau menyusun program penelitian (Program Doktor Jalur Penelitian) serta memberikan bimbingan kepada mahasiswa dari sejak penyusunan usulan, pelaksanaan penelitian sampai publikasi dan penulisan disertasi. Komisi pembimbing dengan diketahui oleh koordinator Program studi/mayor dapat mengusulkan penghentian studi mahasiswa kepada Dekan jika mahasiswa dianggap tidak menunjukkan kemajuan.

Ujian Kualifikasi
Mahasiswa program doktor diwajibkan untuk mengikuti ujian kualifikasi untuk menjamin penguasaan ilmu dan kesiapan melakukan penelitian. Pelaksanaan ujian kualifikasi diatur oleh Program studi/mayor yang bersangkutan dan dilaksanakan oleh panitia ujian kualifikasi di masing-masing Program studi/mayor. Ujian kualifikasi dilakukan dalam bentuk ujian tertulis dan dalam bentuk ujian lisan yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

  1. penguasaan metodologi penelitian di bidang ilmunya,
  2. penguasaaan materi bidang ilmunya baik yang bersifat dasar maupun kekhususan,
  3. kemampuan penalaran termasuk kemampuan untuk mengadakan abstraksi;
  4. kemampuan sistematisasi dan perumusan hasil pemikiran.

Mahasiswa melakukan ujian kualifikasi paling lambat pada akhir semester ke 3 (tiga) dengan catatan sudah memiliki susunan komisi pembimbing.  Ujian lisan dilakukan apabila mahasiswa telah lulus ujian tertulis.
Ujian kualifikasi ditempuh maksimum dua kali.  Mahasiswa yang gagal lulus ujian kualifikasi untuk kedua kalinya tidak diperkenankan untuk mengikuti program doktor selanjutnya.

 

Penelitian
Penelitian adalah kegiatan taat kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan/atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian. Untuk memulai penelitian di lapangan, mahasiswa menyusun usulan rencana penelitian sesuai format yang berlaku, disetujui oleh komisi pembimbing, koordinator Program studi/mayor dan Dekan, dan disusun secepatnya setelah terbentuk komisi pembimbing serta dimasukkan selambat-lambatnya pada akhir semester tiga.
Penilaian terhadap usulan rencana penelitian disertasi mencakup latar belakang, substansi permasalahan yang akan diteliti, tujuan penelitian, kerangka penelitian, pendekatan dan metodologi yang akan digunakan serta kepustakaan.  Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus ujian kualifikasi dan disetujui usulan penelitiannya dinyatakan sebagai calon doktor.

Sidang Komisi
Sidang komisi dimaksudkan untuk: (1) Menjamin kualitas proses pembimbingan dan kualitas disertasi, (2) Memperoleh kesepakatan antar Anggota Komisi tentang substansi, arah penelitian dan materi disertasi. (3) Menyelaraskan pendapat antar anggota komisi tentang substansi dan materi penelitian atau disertasi. Sidang komisi yang harus terdaftar pada SPs dan dibiayai adalah 4 (empat) kali untuk program S-3. Sidang komisi tambahan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh Program studi/mayor.
Untuk menjamin kualitas proses pembimbingan dan kualitas hasil disertasi, sidang komisi pembimbingan mahasiswa program doktor perlu dilaksanakan minimum 4 (empat) kali. Penentuan pelaksanaan sidang komisi diserahkan kepada komisi pembimbing, namun disarankan mengikuti tahapan sebagai berikut : (a) satu kali sebelum ujian kualifikasi, (b) satu kali sebelum pengesahan proposal, (c) satu kali sebelum seminar disertasi, dan (d) satu kali sebelum ujian tertutup. Sedapat mungkin dihindari adanya sidang komisi setelah ujian tertutup. Homebase hanya membiayai maksimum empat kali sidang komisi, dan diharapkan tidak ada biaya tambahan yang dibebankan kepada mahasiswa.

Disertasi
Disertasi adalah karya tulis akademik hasil studi dan/atau penelitian mendalam yang dilakukan secara mandiri dan berisi sumbangan baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan atau menemukan jawaban baru bagi masalah-masalah yang sementara telah diketahui jawabannya atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru terhadap hal-hal yang dipandang telah mapan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian yang dilakukan calon doktor di bawah pengawasan para pembimbingnya.

Kurikulum program doktor mencakup publikasi hasil penelitian pada jurnal ilmiah dan  penulisan disertasi pada akhir masa studi.  Format disertasi dibakukan sesuai dengan tatacara yang terdapat di dalam buku Pedoman Penyajian Karya Ilmiah. Sekolah Pascasarjana mempunyai kewenangan untuk menilai disertasi setiap mahasiswa SPs, terutama terhadap format penulisan dan bahasanya.  Penilaian disertasi meliputi :

  1. Originalitas dan sumbangan terhadap bidang ilmunya dan/atau nilai penerapan keahliannya,
  2. Kecanggihan metodologi dan pendekatan penelitian, kedalaman penalaran, dan penguasaan dasar teori, dan
  3. Kecanggihan dan sistematika pemikiran serta kecermatan perumusan masalah, batasan penelitian dan kesimpulan.

 

 

Ujian Tertutup
Ujian tertutup dilaksanakan di hadapan komisi pembimbing, dua orang penguji luar komisi (minimum satu orang dosen IPB), wakil dari Program studi/mayor dan fakultas/SPs, bertempat di homebase untuk menguji berbagai kompetensi yang dipunyai seorang calon doktor. Jika dinilai belum layak, maka mahasiswa dapat dinyatakan tidak lulus dan diberi kesempatan satu kali untuk mengulang, paling cepat dua bulan sesudah pelaksanaan ujian pertama. Mahasiswa yang tidak lulus ujian tertutup dua kali berturut-turut dinyatakan tidak layak untuk memperoleh gelar doktor dan dinyatakan drop out dari SPs IPB. Ujian tertutup dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan penelitian, seminar, publikasi pada jurnal ilmiah terakreditasi, dan penulisan disertasinya.
Sebelum ujian tertutup, minimum sudah dilaksanakan empat kali pertemuan secara formal dalam bentuk sidang komisi antara mahasiswa dengan komisi pembimbing, guna secara bersama-sama membantu mengarahkan pelaksanaan dan mempub¬likasikan serta menuliskan hasil penelitian yang berkualitas.
Mahasiswa program doktor jalur perkuliahan wajib mempublikasikan hasil penelitiannya minimum 1 (satu) artikel dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau jurnal ilmiah internasional yang sesuai dengan bidangnya. Sedangkan bagi mahasiswa program doktor jalur penelitian, mahasiswa wajib mempublikasikan hasil penelitiannya minimum 3 (tiga) artikel dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau jurnal ilmiah internasional yang sesuai dengan bidangnya. Sebelum yang bersangkutan melaksanakan ujian tertutup program doktor, satu artikel sudah dipublikasikan dan dua artikel lagi sudah diterima untuk publikasi yang dinyatakan dengan surat resmi penerimaan artikel dari dewan redaksi jurnal.

Ujian Terbuka
Calon doktor yang sudah dinyatakan lulus dalam ujian tertutup dapat diajukan untuk melaksanakan ujian terbuka. Calon doktor yang akan melaksanakan ujian terbuka harus telah menghadiri pelaksanaan ujian terbuka program doktor minimal sebanyak 5 (lima) kali yang diselenggarakan oleh SPs IPB. Ujian terbuka bertujuan untuk menguji kemampuan calon doktor dalam mempertahankan disertasinya termasuk yang mencakup wawasan keilmuan dan penerapannya yang lebih luas.
Penguji ujian terbuka terdiri dari komisi pembimbing, 2 (dua) penguji di luar komisi pembimbing yang berasal dari staf pengajar IPB atau perguruan tinggi lainnya serta dari lembaga pemerintah atau pihak swasta yang terkait dengan topik disertasi yang bersangkutan.

Penganugrahan Gelar Doktor
    Gelar doktor secara resmi diberikan setelah mahasiswa berhasil memenuhi persyaratan jumlah SKS, ujian kualifikasi, penelitian, publikasi ilmiah, seminar, ujian tertutup dan berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka IPB, serta menyerahkan disertasi yang sudah final dan ditandatangani lengkap oleh komisi pembimbing, koordinator Program studi/mayor, dan Dekan SPs. Disertasi final yang telah lengkap ditandatangani tersebut diserahkan kepada SPs selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah ujian terbuka. Bagi lulusan program doktor yang akan mengikuti wisuda, disertasi final harus sudah diterima oleh SPs paling lambat 10 (sepuluh) hari sebelum pelaksanaan wisuda. Ijazah akan diberikan apabila mahasiswa telah memiliki SKL dan selesai diproses pembuatannya sesuai POB yang berlaku.  Surat Keterangan Lulus (SKL) akan diberikan setelah disertasi final tersebut diterima oleh SPs.  Kelalaian mengesahkan disertasi ke SPs akan mengakibatkan tidak diterbitkannya SKL dan ijazah, sehingga yang bersangkutan tidak berhak menyandang gelar doktor.
 


 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Results 28 - 29 of 29

Pencarian

Sosial Media

sps on youtube 

SPs On Twitter

Pascasarjana On FB

Pascasarjana On Group

Statistik

Members: 3245
News: 834
Web Links: 37

Sedang Online

We have 14 guests online
Home arrow Program Studi arrow Status Akreditasi PS