Peningkatan Kinerja Program Magister menuju Doktor Sarjana Unggul (PMDSU) di IPB

Perguruan Tinggi (PT) besar di Indonesia sekarang dituntut untuk bisa masuk dalam daftar 200 PT besar terbaik di dunia atau paling tidak 500 PT Besar terbaik di Dunia. Oleh karena itu kualitas penelitian dan publikasi harus ditingkatkan, selain itu rasio dosen program doktor di Indonesia yang masih rendah perlu ditingkatkan. Melalui Lokakarya Peningkatan Kinerja Program Magister menuju Doktor Sarjana Unggul (PMDSU) di IPB diharapkan hal tersebut dapat dilakukan.

Lokakarya ini dibuka oleh Dr.Ir. Drajat Martianto M.Sc (Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB). Dalam sambutannya Dr. Drajat Martianto  mengharapkan peserta PMDSU dapat belajar dari pengalaman terbaik yang telah dicapai oleh peserta PMDSU lainnya agar dapat selesai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Prof.Dr. Anas Miftah Fauzi M.Eng (Dekan Pascasarjana IPB) menjelaskan laporan kinerja PMDSU di IPB, antara lain prosedur peta jalan pendidikan PMDSU yang ada di IPB, jumlah SKS yang harus diselesaikan, seleksi penerimaan PMDSU, tahapan kegiatan penyelesaian, indikator keberhasilan, perkembangan studi dan kendala-kendala mahasiswa PMDSU IPB serta rencana perbaikan dan pelaksanaan PMDSU IPB agar dapat tepat waktu dan sesuai dengan tahapan yang direncanakan.

Lokakarya ini menghadirkan pembicara Prof. Dr Supriadi Rustad dari Kemenristek Dikti, Prof.Dr Satria Bijaksana promotor PMDSU dari ITB, Prof.Dr I Wayan Teguh Wibawan promotor dan Eka Prasetya perwakilan PMDSU dari IPB serta dipandu oleh moderator Prof.Dr Syafrida Manuwoto. Paparan dari Prof.Dr Supriadi Rustad menjelaskan tentang proses kelahiran PMDSU melalui inisiasi cikal bakal PMDSU dari ITB serta asal-usuk nama PMDSU yang diusulkan oleh IPB. Prof.Dr Supriadi juga menekankan Komitmen PT yaitu perlu adanya payung hukum pelaksanaan program PMDSU, ada unit yang mengawal program, perlu monev internal dari PT setempat, perlu beasiswa cadangan jika ada mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu (4 tahun).

Paparan dari Prof. Satria Bijaksana menjelaskan mengenai hal-hal yang mendorong keberhasilan PMDSU antara lain seleksi mahasiswa objektif, adanya trust antara promotor dan mahasiswa, kesediaan bekerja keras baik promotor dan mahasiswa, lingkungan akademik yang kondusif, exposure mahasiswa PMDSU pada kegiatan ilmiah tingkat internasional, secara selektif memberikan peran sebagai research assistent atau teaching assistant pada mahasiswa PMDSU.

Prof.Dr I. Wayan Teguh Wibawan, menjelaskan perlu adanya interaksi promotor dengan mahasiswa bimbingannya antara lain komunikasi dan gayanya yang eksplisit harus disampaikan, penanaman nilai posisif, kerjasama antar kolega, kreatif, responsif, simpati dan empati dll serta evaluasi real time terhadap target yang akan dicapai.

Paparan terakhir dari perwakilan mahasiswa PMDSU IPB yaitu sdr Eka Prasetya memberikan pengalamannya selama menjadi mahasiswa PMDSU, kiat-kiat keberhasilan antara lain bangun komunikasi baik (terbuka) dengan tim promotor, jaga teman seperjuangan (angkatan) dan sering diskusi. Selain memberikan pengalaman Eka Prasetya juga memberikan saran kepada teman-teman PMDSU batch lainya untuk segera tunaikan tugas dengan baik dan selesaikan tepat waktu.

Prof.Dr Syafrida Manuwoto selaku moderator dalam lokakarya PMDSU memberikan poin penting untuk pelaksanaan PMDSU di IPB antara lain, ITB berani menyeleksi promotor diharapkan IPB juga seperti ITB. Pelaksanan program S2 langsung S3 (tidak harus lulus S2) secara hukum tidak melanggar, oleh karena itu program PMDSU ini harus berjalan setiap tahunnya. Selain itu Prof.Dr Syafrida Manuwoto menekankan IPB jangan terperangkap dengan linieritas yang ada saat ini. Konvergensi ilmu di dunia yang semakin penting yang tidak linear, tidak perlu diperdebatkan lagi.

Leave a comment

© Sekolah Pascasarjana 2019