Program Doktor

PROGRAM DOKTOR

Program Doktor adalah program pendidikan strata 3 (S3) yang ditujukan untuk memperoleh gelar akademik doktor sebagai gelar akademik tertinggi.  Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 212/U/1999, tanggal 6 September 1999 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Doktor. Tujuan dari pendidikan doktor adalah untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kualifikasi sebagai berikut :

  1. berjiwa Pancasila dan memiliki integritas ilmiah,
  2. bersifat terbuka, tanggap terhadap perkembangan ilmu, teknologi, dan kesenian, serta permasalahan yang dihadapi masyarakat,
  3. memiliki wawasan dan kemampuan dasar keilmuan dan keterampilan teknis yang diperlukan untuk mengadaptasi dan/atau menciptakan metodologi baru yang akan dipergunakannya dalam melakukan telaah taat kaidah,
  4. menguasai pendekatan teori, konsep, dan paradigma yang paling sesuai dengan bidang keahliannya,
  5. akrab dengan permasalahan dan karya serta pemikiran mutakhir para ahli dalam kawasan keahliannya,
  6. mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam kawasan keahliannya untuk menemukan jawaban dan/atau menyelesaikan permasalahan yang kompleks termasuk memerlukan pendekatan lintas disiplin, dan
  7. mampu mengkomunikasikan pemikiran serta hasil karyanya baik dengan sejawat maupun khalayak yang lebih luas.

 

Masa Studi

Masa studi program doktor adalah 3 (tiga) tahun atau 6 (enam) semester. Pada kondisi tertentu yang dinilai memenuhi persyaratan oleh Pimpinan SPs dan dengan persetujuan komisi pembimbing serta ketua Program studi, mahasiswa dapat mengajukan perpanjangan masa studi. Perpanjangan masa studi ini dapat diberikan kepada mahasiswa secara bertahap paling lama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) x 3 (tiga) bulan jika memenuhi ketentuan.

Untuk meraih gelar Doktor, setiap Program studi mensyaratkan mahasiswanya mengikuti kegiatan perkuliahan dan melaksanakan penelitian untuk menulis disertasi. Dengan demikian seluruh persyaratan untuk meraih gelar Doktor harus dipenuhi paling lama dalam waktu tidak lebih dari 5,5 (lima setengah) tahun atau 11 (sebelas) semester sejak mahasiswa terdaftar di SPs.

 

Masa Mukim

Mahasiswa pada program doktor paling sedikit harus mengikuti 2 (dua) tahun kuliah dan penelitian beban penuh di SPs-IPB sebelum dapat mengikuti ujian disertasi.

 

Beban Studi

Untuk menyelesaikan program doktor jumlah sks yang harus dikumpulkan adalah sebagai berikut :

  • Kuliah (termasuk bahasa Inggris) =  13-17 sks
  • Tugas akhir =  28-32 sks

__________

Jumlah  =       45 sks

 

Jumlah tersebut merupakan batas minimal yang harus dipenuhi dalam memperoleh gelar doktor di Sekolah Pascarjana Institut Pertanian Bogor.

 

Perkuliahan tersebut ditujukan untuk membina mahasiswa agar memiliki wawasan dan kemampuan dasar keilmuan dan keterampilan teknis yang diperlukan dalam merancang, melaksanakan, menganalisis, dan menyimpulkan hasil penelitian serta mempublikasikannya dalam jurnal ilmiah dan menyusun disertasi.  Dengan demikian, perkuliahan merupakan pilar kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan penelitian yang berkualitas.

 

Mata kuliah yang diambil dalam program doktor harus yang sifatnya lanjut (advanced) yang ditunjukkan dengan kode nomor mata kuliah seri 600 dan seri 700. Mata-mata kuliah seri 500 diperkenankan untuk diambil dan akan dicantumkan dalam transkrip, meskipun tidak diperhitungkan dalam penetapan jumlah SKS minimum dan Nilai Mutu Rata-rata. Topik khusus (PPs 700) dapat diambil oleh mahasiswa program doktor yang diperhitungkan dalam SKS adalah maksimum 3 SKS untuk jalur perkuliahan.

Program doktor dapat pula ditempuh dengan jalur perkuliahan melalui program magister menuju doktor sarjana unggul (PMDSU).  Berdasarkan Permenristek Dikti Nomor 44 tahun 2015, bahwa program magister yang melanjutkan ke program doktor harus menyelesaikan program magister sebelum menyelesaikan program doktor, maka mahasiswa PMDSU harus menyelesaikan program S2, mempunyai makalah yang relevan yang dipublikasi atau diterima untuk dipublikasi pada jurnal ilmiah terakreditasi, mendapat rekomendasi dari komisi pembimbing, ketua Program studi, sponsor dan pimpinan instansi tempat bekerja yang dibuktikan dengan surat persetujuan dari seluruh pihak yang terkait, serta membuat proposal penelitian yang berbobot untuk penelitian program doktor dan 2 kali seminar masing-masing 1 SKS.

 

Untuk program PMDSU ini, beban sks yang harus ditempuh :

Program magister

  • Kuliah (termasuk bahasa Inggris) =  27 sks
  • Tugas akhir =  12 sks

__________

Jumlah  =  39 sks

Program doktor

  • Kuliah (termasuk bahasa Inggris) =  16 sks
  • Tugas akhir =  29 sks

__________

Jumlah  =  45 sks

 

Total     =  84 sks

 

 

 

Evaluasi Kemajuan Studi Program Doktor

 

Evaluasi kemajuan mahasiswa dilakukan pada setiap akhir semester dengan tolak ukur IPK pada semester yang terakhir, IPK kumulatif, dan kesesuaian perkembangan studi dengan tahapan yang diharapkan :

  1. Mahasiswa program doktor jalur perkuliahan wajib mempublikasikan hasil penelitiannya minimum 1 (satu) artikel dalam jurnal ilmiah internasional atau 1 (satu) artikel dalam jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi sebelum melaksanakan ujian tertutup. Dalam keadaan terpaksa, mahasiswa dapat menunjukkan bukti bahwa artikelnya telah diterima untuk publikasi yang dinyatakan dengan surat resmi penerimaan artikel dari penerbit jurnal ilmiah yang menyebutkan volume, nomor, dan tahun penerbitan jurnal yang bersangkutan.
  2. Mahasiswa yang tidak menunjukkan kemajuan yang memuaskan akan mendapat surat teguran secara bertahap, mulai dari Surat Peringatan Masa Studi, meningkat ke Surat Peringatan, Surat Peringatan Keras, Surat Proses DO (drop out). Bila peringatan secara bertahap tersebut tidak dipenuhi, maka mahasiswa akan dihentikan studinya melalui Surat DO yang ditetapkan oleh SPs. Mahasiswa S3 yang sudah di drop out (DO) dari SPs IPB tidak diperkenankan untuk mendaftar kembali pada program S3 di SPs IPB.

 

 

Komisi Pembimbing   

Komisi pembimbing mahasiswa program doktor berjumlah 3 (tiga) orang dan apabila sangat diperlukan dapat ditambah hingga 5 (lima) orang yang diketuai oleh seorang guru besar IPB dengan anggota komisi bergelar doktor. Anggota komisi pembimbing dapat berasal dari luar Program studi pilihan atau dari instansi/perguruan tinggi di luar IPB yang kewenangannya diakui oleh SPs. Bagi Program studi yang belum mempunyai staf pengajar guru besar, komisi pembimbing dapat diketuai oleh seorang doktor minimum dengan jabatan lektor kepala dengan catatan salah seorang anggota komisi harus seorang guru besar.

Komisi pembimbing sudah ditentukan paling lambat pada akhir semester 1 (satu), kecuali untuk program doktor jalur penelitian, paling tidak ketua komisi pembimbing sudah ditentukan pada saat mahasiswa diterima di SPs berdasarkan rencana penelitian yang diusulkannya. Jika karena suatu hal memerlukan pembimbing dari luar IPB, maka pembimbing tersebut diangkat berdasarkan penilaian terhadap curriculum vitae (CV). Pembimbing dari luar IPB tidak boleh lebih dari satu orang. Pengangkatan komisi pembimbing dilakukan dengan SK Dekan SPs.

Komisi pembimbing membantu penyusunan mata kuliah (Program Doktor Jalur Perkuliahan) serta memberikan bimbingan kepada mahasiswa dari sejak penyusunan usulan, pelaksanaan penelitian sampai publikasi dan penulisan disertasi. Komisi pembimbing dengan diketahui oleh ketua Program studi dapat mengusulkan penghentian studi mahasiswa kepada Dekan jika mahasiswa dianggap tidak menunjukkan kemajuan.

 

 

Ujian Kualifikasi

Mahasiswa program doktor diwajibkan untuk mengikuti ujian kualifikasi untuk menjamin penguasaan ilmu dan kesiapan melakukan penelitian. Ujian kualifikasi boleh dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan minimal 12 sks. Pelaksanaan ujian kualifikasi diatur oleh Program studi yang bersangkutan dan dilaksanakan oleh panitia ujian kualifikasi di masing-masing Program studi. Ujian kualifikasi dilakukan dalam bentuk ujian tertulis dan dalam bentuk ujian lisan yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

 

  1. penguasaan metodologi penelitian di bidang ilmunya,
  2. penguasaaan materi bidang ilmunya baik yang bersifat dasar maupun kekhususan,
  3. kemampuan penalaran termasuk kemampuan untuk mengadakan abstraksi;
  4. kemampuan sistematisasi dan perumusan hasil pemikiran.

 

Mahasiswa melakukan ujian kualifikasi paling lambat pada akhir semester ke 3 (tiga) dengan catatan sudah memiliki susunan komisi pembimbing.  Ujian kualifikasi lisan dilakukan apabila mahasiswa telah lulus ujian kualifikasi tertulis.

 

Ujian kualifikasi ditempuh maksimum dua kali.  Mahasiswa yang gagal lulus ujian kualifikasi untuk kedua kalinya tidak diperkenankan untuk mengikuti program doktor selanjutnya.

 

 

Kolokium

Mahasiswa program Magister Sains wajib mempresentasikan proposal penelitian dalam mata ajaran kolokium sebelum penelitian dilaksanakan.

 

 

Penelitian

Penelitian adalah kegiatan taat kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian. Untuk memulai penelitian di lapangan, mahasiswa menyusun usulan rencana penelitian sesuai format yang berlaku, disetujui oleh komisi pembimbing, ketua Program studi dan Dekan, dan disusun secepatnya setelah terbentuk komisi pembimbing serta dimasukkan selambat-lambatnya pada akhir semester tiga.

Penilaian terhadap usulan rencana penelitian disertasi mencakup latar belakang, substansi permasalahan yang akan diteliti, tujuan penelitian, kerangka penelitian, pendekatan dan metodologi yang akan digunakan serta kepustakaan.  Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus ujian kualifikasi dan disetujui usulan penelitiannya dinyatakan sebagai calon doktor.

Sidang Komisi

Sidang komisi dimaksudkan untuk: (1) Menjamin kualitas proses pembimbingan dan kualitas disertasi, (2) Memperoleh kesepakatan antar Anggota Komisi tentang substansi, arah penelitian dan materi disertasi. (3) Menyelaraskan pendapat antar anggota komisi tentang substansi dan materi penelitian atau disertasi. Sidang komisi yang harus terdaftar pada SPs dan dibiayai adalah 4 (empat) kali untuk program S-3. Sidang komisi tambahan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh Program studi.

Untuk menjamin kualitas proses pembimbingan dan kualitas hasil disertasi, sidang komisi pembimbingan mahasiswa program doktor perlu dilaksanakan minimum 4 (empat) kali. Penentuan pelaksanaan sidang komisi diserahkan kepada komisi pembimbing, namun disarankan mengikuti tahapan sebagai berikut : (a) sebelum ujian kualifikasi, (b) sebelum pengesahan proposal, (c) sebelum seminar disertasi, dan (d) sebelum ujian tertutup. Sedapat mungkin dihindari adanya sidang komisi setelah ujian tertutup.  Homebase hanya membiayai maksimum empat kali sidang komisi, dan diharapkan tidak ada biaya tambahan yang dibebankan kepada mahasiswa.

Publikasi Karya Ilmiah

Mahasiswa pada program doktor diwajibkan mempunyai/menyerahkan 1 (satu) publikasi ilmiah yang terkait dengan penelitian disertasinya di jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan 1 (satu) artikel ilmiah pada jurnal internasional atau surat diterima untuk diterbitkan (accepted) di jurnal ilmiah internasional sebagai syarat dapat melaksanakan ujian tertutup. Sesuai dengan surat edaran dekan SPs IPB Nomor : 13532/IT3.10/KM/2013.  Mahasiswa pada program magister menuju doktor sarjana unggul (PMDSU) diwajibkan mempunyai/menyerahkan 1 (satu) publikasi ilmiah yang terkait dengan penelitian disertasinya di jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan 2 (dua) artikel ilmiah pada jurnal internasional atau surat diterima untuk diterbitkan (accepted) di jurnal ilmiah internasional terindeks Scopus.

Seminar

Mahasiswa pada program Doktor sebelum melaksanakan ujian tertutup wajib melaksanakan seminar hasil penelitian. Mahasiswa pada program magister menuju doktor sarjana unggul (PMDSU) sebelum melaksanakan ujian tertutup wajib melaksanakan seminar hasil penelitian tesis dan seminar hasil penelitian disertasi.  Untuk dapat melaksanakan seminar mahasiswa harus memenuhi persyaratan seluruh mata kuliah yang sudah diprogramkan dan telah memenuhi persyaratan kehadiran seminar hasil penelitian mahasiswa lainnya yang dibuktikan dengan kartu seminar yang sudah memenuhi persyaratan.

Hasil penilitian  wajib dipresentasikan oleh setiap mahasiswa dalam kegiatan seminar ilmiah sesuai bidang ilmunya masing-masing. Nilai seminar hasil penelitian dinyatakan lulus minimal B.

 

Ujian Tertutup

Ujian tertutup dilaksanakan di hadapan komisi pembimbing, dua orang penguji luar komisi (minimum satu orang dosen IPB), wakil dari Program studi dan fakultas/SPs, bertempat di homebase untuk menguji berbagai kompetensi yang dipunyai seorang calon doktor. Jika dinilai belum layak, maka mahasiswa dapat dinyatakan tidak lulus dan diberi kesempatan satu kali untuk mengulang, paling cepat dua bulan sesudah pelaksanaan ujian pertama. Mahasiswa yang tidak lulus ujian tertutup dua kali berturut-turut dinyatakan tidak layak untuk memperoleh gelar doktor dan dinyatakan drop out dari SPs IPB.  Ujian tertutup dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan penelitian, seminar, publikasi pada jurnal ilmiah terakreditasi, dan penulisan disertasinya.

Sebelum ujian tertutup, minimum sudah dilaksanakan empat kali pertemuan secara formal dalam bentuk sidang komisi antara mahasiswa dengan komisi pembimbing, guna secara bersama-sama membantu mengarahkan pelaksanaan dan mempub­likasikan serta menuliskan hasil penelitian yang berkualitas.

Mahasiswa program doktor wajib mempublikasikan hasil penelitiannya minimum 1 (satu) artikel dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan 1 (satu) artikel jurnal ilmiah internasional yang sesuai dengan bidangnya, sebelum yang bersangkutan melaksanakan ujian tertutup program doktor.

Mahasiswa pada program magister menuju doktor sarjana unggul (PMDSU) wajib mempublikasikan hasil penelitiannya minimum 1 (satu) artikel dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan 2 (dua) artikel ilmiah pada jurnal internasional atau surat diterima untuk diterbitkan (accepted) di jurnal ilmiah internasional terindeks Scopus, sebelum yang bersangkutan melaksanakan ujian tertutup.

 

 

Sidang Promosi Terbuka

Calon doktor yang sudah dinyatakan lulus dalam ujian tertutup dapat diajukan untuk melaksanakan sidang promosi terbuka. Calon doktor yang akan melaksanakan ujian terbuka harus telah menghadiri pelaksanaan ujian terbuka program doktor minimal sebanyak 5 (lima) kali yang diselenggarakan oleh SPs IPB. Sidang promosi terbuka bertujuan untuk menguji kemampuan calon doktor dalam mempertahankan disertasinya termasuk yang mencakup wawasan keilmuan dan penerapannya yang lebih luas.

Penguji sidang promosi terbuka terdiri dari komisi pembimbing, 2 (dua) penguji di luar komisi pembimbing yang salah satunya merupakan penguji pada saat ujian tertutup yang berasal dari staf pengajar IPB atau perguruan tinggi lainnya serta dari lembaga pemerintah atau pihak swasta yang terkait dengan topik disertasi yang bersangkutan, ketua program studi dan Dekan Fakultas homebase selaku pimpinan sidang.

Disertasi

Disertasi adalah karya tulis akademik hasil studi dan atau penelitian mendalam yang dilakukan secara mandiri dan berisi sumbangan baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan atau menemukan jawaban baru bagi masalah-masalah yang sementara telah diketahui jawabannya atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru terhadap hal-hal yang dipandang telah mapan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian yang dilakukan calon doktor di bawah pengawasan para pembimbingnya.

Kurikulum program doktor mencakup publikasi hasil penelitian pada jurnal Internasional dan penulisan disertasi pada akhir masa studi.  Format disertasi dibakukan sesuai dengan tatacara yang terdapat di dalam buku Pedoman Penyajian Karya Ilmiah. Sekolah Pascasarjana mempunyai kewenangan untuk menilai disertasi setiap mahasiswa SPs, terutama terhadap format penulisan dan bahasanya.  Penilaian disertasi meliputi:

  1. Originalitas dan sumbangan terhadap bidang ilmunya dan/atau nilai penerapan keahliannya,
  2. Kecanggihan metodologi dan pendekatan penelitian, kedalaman penalaran, dan penguasaan dasar teori, dan
  3. Kecanggihan dan sistematika pemikiran serta kecermatan perumusan masalah, batasan penelitian dan kesimpulan.

Penganugrahan Gelar Doktor

Gelar doktor secara resmi diberikan setelah mahasiswa berhasil memenuhi persyaratan jumlah SKS, ujian kualifikasi, penelitian, publikasi ilmiah, seminar, ujian tertutup dan berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi terbuka IPB, serta menyerahkan disertasi yang sudah final dan ditandatangani lengkap oleh komisi pembimbing, ketua Program studi, dan Dekan SPs.  Disertasi final yang telah lengkap ditandatangani tersebut diserahkan kepada SPs selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah ujian terbuka. Ijazah akan diberikan apabila mahasiswa telah memiliki SKL dan selesai diproses pembuatannya sesuai POB yang berlaku.  Surat Keterangan Lulus (SKL) akan diberikan setelah disertasi final tersebut diterima oleh SPs.  Kelalaian mengesahkan disertasi ke SPs akan mengakibatkan tidak diterbitkannya SKL dan ijazah, sehingga yang bersangkutan tidak berhak menyandang gelar doktor.

 

© Sekolah Pascasarjana 2019