Sekolah Pascasarjana IPB University Gelar Kuliah Umum Pengenalan Teknologi Augmented Reality dan Virtual Reality untuk Mendukung Pembelajaran

Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB University menggelar kuliah umum pengenalan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) untuk mendukung pembelajaran di Ruang Situ Cikaret PSL Kampus Baranangsiang, Bogor (2/3). Dihadiri 57 peserta terdiri dari perwakilan dosen pengajar Program Studi (Prodi) multidisiplin serta perwakilan dosen pengajar dari fakultas.
 
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Dr Tri Kuntoro Priyambodo dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Akhmad Arifin Hadi dari Departemen Arsitektur Lanskap IPB University, Auzi Asfarian, SKom, MKom dari Departemen Ilmu Komputer IPB University dan Faldiena Marcelita, ST, MKom dari Sekolah Vokasi IPB University.
 
Prof Anas Miftah Fauzi, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University dalam sambutannya menyampaikan kuliah umum ini diselenggarakan untuk memberikan informasi sehingga kita dapat bersama-sama memulai proses pembelajaran menyiapkan model dengan teknologi AR dan VR. “Saya masih ingat pada lokakarya tahun 2019, teknologi AR dan VR ini harapan kami sebagai bagian dari pengembangan kurikulum 2020 (K2020),” ujarnya.
 
Prof Anas menambahkan bahwa dari kerjasama IPB University dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA), akan ada Smart Classroom yang nantinya ada di kampus Dramaga SPs IPB University. Sehingga ruangan ini akan dapat dimanfaatkan dan dipakai siapa saja untuk mendukung kegiatan pembelajaran,” jelasnya.
 
Sementara itu Dr Tri Kuntoro Priyambodo salah satu narasumber dalam kuliah umum ini menyampaikan pengalamannya menggunakan VR sebagai sarana promosi desa wisata berbasis komunitas untuk meningkatkan animo kunjungan wisatawan millennial. Latar belakang ini salah satunya didasari dari minimnya paket pengalaman desa wisata pro millennial yang selama ini belum bisa dimaksimalkan.
 
“Urgensi dari gagasan yang dilakukan adalah peningkatan kapabilitas sumberdaya manusia desa wisata dalam pengelolaan desa wisata digital. Kemudian untuk meningkatkan brand awareness produk desa wisata melalui penyediaan konten promosi digital,” ujarnya. (HBL/Zul)